Koranmalam77 Jakarta - Vihara Styletri menjadi satu diantara lokasi vihara yang banyak didatangi warga turunan Tionghoa untuk melakukan s...

Berita dan cerita seputar tahun baru china/Imlek 2574

 Koranmalam77 Jakarta - Vihara Styletri menjadi satu diantara lokasi vihara yang banyak didatangi warga turunan Tionghoa untuk melakukan sembahyang pada perayaan Imlek 2574. Selainnya jadi tempat sembahyang, vihara yang ada di Kecamatan Tapos, Kota Depok, mempunyai tujuh sumur yang dipercayai mempunyai kelebihan.
Pengurus Vihara Styletri, Parman menjelaskan, seperti umumnya, beberapa pengunjung tiba untuk bersembahyang di sejumlah lokasi di vihara. Sesudah bersembahyang, beberapa pengunjung akan balik pulang atau keluar lokasi vihara sesudah menyelesaikan ibadahnya tetapi ada juga yang mengunjungi sumur dulu.

"Jadi usai sembahyang langsung pulang, ada yang meluangkan diri ke tujuh sumur," sebut Parman ke Liputan6.com, Minggu (22/1/2023).
Ia menjelaskan, sumur yang dipercayai mempunyai kelebihan ada di segi kanan tempat pemujaan vihara.


"Ada tujuh sumur dengan lubang yang lain tetapi lokasi bersisihan," kata dia.Parman menjelaskan, tujuh sumur Vihara Styletri dipercayai bisa memberi keringanan rejeki, kesehatan, kedudukan atau posisi, jodoh, kelancaran usaha, keselamatan, dan banyak hal lainnya. Beberapa pengunjung biasanya akan mandi di lokasi itu bergantung dari kemauan dan niat."Mandi di situ tidak cuma orang Tionghoa, kita dapat, seluruh agama dapat," kata Parman.Tahun Baru Imlek 2023 ialah Tahun Kelinci, lebih persisnya, Kelinci Air. Tahun Kelinci Air akan diawali dari tanggal 22 Januari 2023 s/d tanggal 9 Februari 2024.Parman menjelaskan, tiap tahunnya vihara didatangi masyarakat beragama Budha dan rayakan Imlek. Pada perayaan Imlek diprediksikan jumlah pengunjung semakin lebih beberapa dari tahun sebelumnya.

"Peluang sekitaran beberapa ratus, menjadi lebih beberapa dari tahun tempo hari," tutur Parman.
Ia menerangkan, kenaikan jumlah pengunjung karena keadaan warga sudah normal kembali. Apa lagi semangat warga lumayan tinggi sesudah ketentuan PPKM sudah dihapus dan warga jalani kehidupan dengan normal.
"Saat ini telah normal, jika dua tahun kemarin di sini tidak ada pengunjung," pungkas Parman.

sumber Liputan6




0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.